Akhirat
Sholat Sunnah 1
Dalil adanya shalat sunnah
Dari Thalhah bin ‘Ubaidillah, bahwasanya ada seorang Arab gunung yang rambutnya acak-acakan datang kepada Rasulullah SAW, lalu berkata, “Ya Rasulullah, beritahukanlah kepadaku, shalat apa yang difardlukan oleh Allah kepadaku ?”. Jawab Rasulullah SAW, “Shalat lima waktu, kecuali kalau engkau mau shalat sunnah”. [HSR. Bukhari juz 2, hal. 225]
Keterangan :
Selain shalat yang lima waktu [Shubuh, Dhuhur, 'Ashar, Maghrib dan 'Isyak], adalah shalat sunnah/tathawwu'.
Waspadalah terhadap lubang biawak !
Sudah jelas dalam agama kita, yang perlu diikuti adalah petunjuk Allah dan Rosululloh, bukan pengikut kata pak guru atau siapapun. Jika kita berpegang pada tuntunan Islam, niscaya tidak akan tersesat.
Nabi pernah mengatakan bahwa beliau tidak mewariskan apapun kepada umatnya kecuali dua perkara. Barangsiapa berpegang teguh pada dua perkara itu, maka akan selamatlah dia, yakni Al-Quran dan sunnah Nabi atau biasa disebut hadist. Tetapi bagi yang tidak berpegang pada dua perkara itu, maka hidupnya akan tersesat dan diakhirat nanti tempatnya adalah neraka.
Guyonan membawa sengsara
Alloh yang maha bijaksana telah memberikan kenikmatan besar kepada kita yaitu lisan. Kalau dicermati nikmat ini sungguh ajaib, sebab dengan lisan ini orang bisa meraih sorga dan bisa tergelicir ke neraka.
”Barangsiapa yang bisa menjamin bagiku sesuatu yang ada diantara janggutnya (lisan) dan sesuatu yang ada di antara kedua kakinya (kemaluan) maka aku jamin ia dengan sorga” (H.R. Bukhori)
Susahnya nemu duit
Dalam hidup ini, terkadang kita kerap dihadapkan pada masalah menemukan barang orang lain, padahal kita sendiri juga berkeinginan untuk memilikinya. Jangan dikira “nemu” barang atau uang milik orang lain itu enak. Justru menjadi orang yang nemu itu akan menyusahkan kita. Makanya jangan senang menemukan barang atau uang milik orang lain. Jangan dikira itu menguntungkan kita. Namun akan menjadikan beban kita makin bertambah.
Walimah: Jangan memberatkan diri
Salah satu kewajiban orang tua adalah menikahkan anak perempuannya. Dalam budaya masyarakat Indonesia, menikahkan identik dengan walimahan (walimatul ursy) atau pesta makan-makan. Orang jawa menyebutnya ’duwe gawe mantu’.
Rela bersepeda 10 jam untuk ngaji
Sungguh semangat yang langka dapat ditemukan saat ini. Dapat kita saksikan dan bandingkan berapa orang yang ke pengajian atau ke pusat perbelanjaan?
Mungkin dalam benak kita akan bertanya dan terheran-heran “Hari gini, masih ada orang naik sepeda 10 jam untuk datang ngaji…?” Pertanyaan ini bukan sekedar seloroh belaka, tetapi karena memang benar-benar kenyataan bahwa ada seorang pendengar radio MTA FM yang rela datang dengan mengendarai sepeda onthel untuk datang ke pengajian ahad pagi. Perlu diketahui bahwa Majelis Tafsir Al-Quran (MTA) mengadakan pengajian rutin di solo pada hari ahad pagi.



Komentar
4 days 2 hours ago
3 weeks 3 days ago
4 weeks 1 day ago
5 weeks 23 hours ago
5 weeks 5 days ago
6 weeks 2 days ago
7 weeks 1 hour ago
7 weeks 5 days ago
8 weeks 4 days ago
9 weeks 4 days ago